Self Lifehacks

Belajar Memahami Manusia

Perjalananku memulai karir di dunia hiburan terbilang cukup panjang. Diawali dengan sebuah iklan sekitar tahun 2008. Sejujurnya saat itu mungkin sebenarnya aku belum berakting sama sekali, tetapi aku mulai mendapat gambaran bagaimana proses shooting berjalan. Berdasarkan pengalaman tersebut aku mulai tertarik untuk terjun ke industri hiburan diiringi dengan berbagai kesempatan mulai dari sinetron, FTV, hingga akhirnya film layar lebar. Salah satu serial yang paling berkesan untukku adalah sinetron Si Doel Anak Sekolahan. 

Di usia yang terbilang masih kecil saat memulai karir, aku memang belum terlalu terbiasa untuk menonton film di bioskop. Melalui sinetron Si Doel, aku merasa cerita yang disampaikan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari didukung oleh penggarapan yang rapi, serupa film layar lebar. Sinetron ini juga yang menumbuhkan rasa cintaku terhadap film Indonesia. Setelah beranjak dewasa, aku pun mulai suka nonton ke bioskop, film yang aku tonton juga mayoritas adalah film Indonesia, aku cukup yakin teman-teman dekatku juga akan membenarkan fakta ini.

Setiap film sebenernya memberikan kesan tersendiri, salah satu yang paling melekat diingatanku adalah film Hafalan Shalat Delisa. Sebuah film yang mengisahkan perjuangan seorang anak perempuan asal Aceh yang tengah berjuang menghadapi musibah tsunami. Karakter Delisa begitu kuat hingga menginspirasiku secara pribadi untuk bisa menjadi wanita yang tegar dalam menghadapi segala hal atau masalah yang terjadi dalam hidup. 

Banyak karakter yang harus aku pahami, salah satu yang terasa dekat bagiku ada dalam film Tiga Nafas Likas, film yang sama yang menghantarkanku untuk meraih piala citra di Festival Film Indonesia (FFI). Likas kecil adalah seorang anak yang tomboy dan pemberani, ia juga digambarkan sebagi anak yang spontan serta bebas dan dikemas dalam karakter yang juga kuat. Aku merasa Likas kecil sedikit banyak dekat dengan karakterku sendiri yang juga terbilang agak tomboy dan terbiasa mengutarakan opini yang aku miliki.

Saat berusaha mendalami karakter tertentu, secara tidak langsung aku pun belajar banyak hal. Salah satunya melalui film Ayat-Ayat Adinda. Aku yang kala itu sebenarnya sudah duduk di bangku SMP harus memerankan karakter seorang anak SD yang sangat taat dalam beragama. Film ini bercerita tentang anak yang pandai mengaji dengan suara yang merdu, aku pun akhirnya belajar bagaimana mengaji dengan lebih baik bersama seorang guru di daerah Jogjakarta. Kala itu aku merasa, karakter Adinda yang masih sangat belia saja bisa mencintai agama sebegitu besarnya, kenapa aku tidak? Di sini aku belajar mengenai agama lebih dalam lagi, tak hanya itu banyak pelajaran lain mengenai nilai-nilai toleransi dalam beragama.

Film juga menawarkan kesempatan untuk bertemu dengan berbagai karakter manusia yang berbeda-beda. Menyenangkan rasanya mengenal beragam sifat dan karakter. Sedikit demi sedikit aku akhirnya mampu mengenali mana karakter yang baik dan buruk untuk diriku sendiri. Ketika mulai lebih banyak bergaul, aku juga menjadi lebih paham bagaimana memperlakukan manusia selayaknya kita ingin diperlakukan oleh orang lain. Secara tidak langsung aku jadi lebih peka terhadap manusia, termasuk saat pendalaman karakter. Dengan kata lain aku juga memperkuat rasa kemanusiaan dalam diri.

Film menawarkan kesempatan untuk bertemu dengan beragam karakter manusia yang berbeda-beda. Menyenangkan rasanya mengenal beragam sifat dan karakter. Sedikit demi sedikit aku akhirnya mampu mengenali mana karakter yang baik dan buruk untuk diriku sendiri.

Kembali dipercaya menjadi duta FFI 2021 juga adalah salah satu caraku menunjukkan rasa cintaku terhadap film Indonesia. Banyak cara untuk mendukung karya anak bangsa, hal ini juga aku lakukan sebagai salah satu tugasku saat menjadi duta FFI. Aku mendukung penuh seluruh insan perfilman agar bisa berjalan dengan konsisten, semangat, dan bahagia meskipun di situasi sulit seperti sekarang. Tahun ini FFI mengangkat tema “Sejarah Film dan Media Baru”. Tema ini dipilih FFI karena tentu saja sejarah film Indonesia merupakan hal yang perlu diingat di masa perkembangan media baru seperti sekarang ini. Aku harap ini dapat menjadi semangat kepada para insan perfilman serta seluruh pihak yang terlibat. Kita juga memilik tag line yang serupa yakni “Beralih Masa Bertukar Rasa, Film Indonesia”. Walaupun situasinya masih cukup sulit bagi para insan film di indonesia, kita hanya memperjuangkan rasa dan optimisme para insan di dalamnya untuk selalu mendukung film indonesia.

Aku mendukung penuh seluruh insan perfilman agar bisa berjalan dengan konsisten, semangat, dan bahagia meskipun di situasi sulit seperti sekarang.

Salah satu bentuk dukungan yang dapat dilakukan oleh seluruh masyarakat adalah dukungan melalui kategori pilihan favorit. Kalian semua bisa langsung cek di website FFI atau juga bisa klik link yang tersedia di Instagram FFI. Kalian bisa langsung memilih aktor atau aktris favorit kalian atau kalian ingin idola kalian memenangkan kategori tersebut. Sekarang aku sebagai perwakilan generasi muda semakin semangat untuk membagikan informasi seputar FFI kepada para penggemarku dan mereka juga sama. 

Kita mau perwakilan dari generasi muda untuk lebih mendukung perfilman indonesia, lebih banyak menonton film indonesia, lebih banyak memberikan pendapat tentang film indonesia tentang efek pandemi dan perfilman. Kita butuh kontribusi generasi muda untuk menyuarakan ide-ide gila dan memang hanya kita yang bisa menyuarakannya. Aku berpesan semoga kita bisa semakin mendukung perfilman indonesia dengan tulus dengan tidak menonton film bajakan dan ketika ada film baru atau karakter baru jangan di-judge begitu aja. Bukan menjatuhkan mentalnya harusnya kita bisa mendukung teman-teman memerankan beragam karakter baru lainnya. 

Kita butuh kontribusi generasi muda untuk menyuarakan ide-ide gila dan memang hanya kita yang bisa menyuarakannya.

Related Articles

Card image
Self
Ekspresi Diri dan Gaya Hidup

Saya juga setuju dengan ungkapan bahwa fashion adalah cara mengekspresikan diri. Kalau saya bertemu dengan orang, kita bisa melihat karakternya dari apa yang ia kenakan. Baju adalah salah satu medium kita bisa melihat dan “menilai” orang. Jadi bisa dikatakan bahwa baju yang kita kenakan sebenarnya bisa menjadi ungkapan bahwa kita ini adalah bagian dari komunitas tertentu. Mungkin komunitas skateboard, band, atau komunitas-komunitas lainnya. Urban Sneaker Society juga berusaha menggabungkan banyak komunitas agar bisa bertemu satu-sama lain.

By Jeffry Jouw
04 December 2021
Card image
Self
Merangkul Kegagalan

Kegagalan tentu bukan hasil yang diharapkan bagi semua orang yang sedang berjuang. Banyak diantara kita yang mungkin tengah atau telah melalui masa sulit, baik karena pandemi maupun karena masalah pribadi. Sayangnya kegagalan bukan hal yang bisa kita hindari. Kegagalan akan selalu hadir sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran hidup yang masih akan kita jalani hari ini dan seterusnya.

By Greatmind X Festival Pulih
04 December 2021
Card image
Self
Berjalan Untuk Berubah

Masing-masing manusia punya perjalanan yang berbeda-beda. Katanya, dalam perjalanan itu yang paling penting bukan destinasinya, melainkan proses dan cerita yang terjadi sepanjang perjalanan. Katanya juga, cerita dalam perjalanan lah yang menjadikan siapa kita sekarang ini. Tapi yang pasti, melalui perjalanan kita berubah dan bertumbuh.

By Greatmind x Festival Film 100% Manusia
04 December 2021