Self Lifehacks

Kebahagiaan Dalam Wujud Makhluk Berbulu

Banyak yang menyangka bahwa hewan peliharaan seperti kucing, anjing, atau kelinci, hanyalah sekadar teman bermain bagi sebagian orang. Namun bagi mereka yang begitu dekat dengan hewan peliharaannya dan menjadikan makhluk menggemaskan tersebut sebagai bagian dari kehidupannya, mereka dapat merasakan bahwa hewan-hewan ini membawa manfaat lebih – menghilangkan anxiety dan meredakan stres!

Hewan peliharaan telah berevolusi sejak ribuan tahun lalu dari makhluk liar menjadi makhluk yang terdomestikasi. Sepanjang evolusi tersebut hewan-hewan ini pun semakin memahami manusia sebagai pemiliknya, mulai dari mengerti perilaku, ucapan, hingga emosi kita. Anjing, contohnya, mereka mampu memahami begitu banyak kata-kata yang kita gunakan sehari-hari, bahkan mereka tahu perintah dari nada kita berbicara, gerakan tubuh, dan gestur. Dan layaknya sahabat, anjing yang setia sanggup ‘berkomunikasi’ hanya melalui pandangan mata.

Hewan peliharaan, terutama anjing dan kucing, dipercaya oleh banyak ahli mampu mengurangi tingkat stres, kegelisahan atau anxiety, depresi, rasa kesepian, serta meningkatkan kesehatan fisik dan cardiovascular. Merawat dan menyayangi hewan peliharaan bagi anak-anak akan membantu mereka tumbuh lebih aktif. Sementara bagi mereka yang berusia lanjut, hewan peliharaan menjadi pendamping yang memberikan rasa aman. Selain itu yang terpenting hewan peliharaan mampu membawa kebahagiaan dalam kehidupan manusia.

Menurut Keith Humphrey, profesor psikiatri dan sains sosial dari Stanford University, salah satu alasan hewan peliharaan mampu membawa efek terapeutik adalah karena mereka dapat memenuhi kebutuhan mendasar manusia akan sentuhan. “Menyentuh, mengelus, atau bahkan memeluk hewan peliharaan mampu menenangkan dan meredakan stres dan kegelisahan dengan segera.” Jelas Keith. Ia pun menambahkan bahwa saat anxiety melanda, membiarkan hewan peliharaan melompat ke pangkuan dan mulai menyuruk ke pelukan kita menjadi ‘obat’ yang cukup mujarab.

Umumnya, saat terserang anxiety, yang kita butuhkan bukanlah sebuah nasihat – yang umumnya dilontarkan manusia lain saat tahu orang terdekatnya sedang gelisah – karena tidak semua orang mampu memahami anxiety dan mereka pikir mereka dapat ‘mengobati’ melalui petuah atau wejangan. Dalam beberapa kasus, anxiety terlalu dalam untuk dibenahi oleh sekadar kata-kata positif.

Sedangkan hewan peliharaan tidak akan pernah memiliki pemahaman untuk berusaha ‘membenahi’ manusianya yang sedang gelisah. Kita bisa saja duduk berdiam diri dengan hewan peliharaan di sofa berjam-jam dan mengeluarkan semua unek-unek kepada mereka – tanpa mendapatkan respon yang mungkin akan menambah kegelisahan kita seperti yang umumnya dikeluarkan oleh manusia lain – karena ada saatnya kita hanya ingin berbagi beban. Jika manusia belum tentu bisa hanya mendengar tanpa merespon, hewan peliharaan mampu untuk hanya duduk dan tetap menyayangi kita. Terkadang, itulah yang kita butuhkan.

Related Articles

Card image
Self
Usaha Menciptakan Ruang Dengar Tanpa Batas

Aku terlahir dalam kondisi daun telinga kanan yang tidak sempurna. Semenjak aku tahu bahwa kelainan itu dinamai Microtia, aku tergerak untuk memberi penghiburan untuk orang-orang yang punya kasus lebih berat daripada aku, yaitu komunitas tuli. Hal ini aku lakukan berbarengan dengan niatku untuk membuat proyek sosial belalui bernyanyi di tahun ini.

By Idgitaf
19 May 2024
Card image
Self
Perjalanan Pendewasaan Melalui Musik

Menjalani pekerjaan yang berawal dari hobi memang bisa saja menantang. Menurutku, musik adalah salah satu medium yang mengajarkanku untuk menjadi lebih dewasa. Terutama, dari kompetisi aku belajar untuk mencari jalan keluar baru saat menemukan tantangan dalam hidup. Kecewa mungkin saja kita temui, tetapi selalu ada opsi jalan keluar kalau kita benar-benar berusaha berpikir dengan lebih jernih.

By Atya Faudina
11 May 2024
Card image
Self
Melihat Dunia Seni dari Lensa Kamera

Berawal dari sebuah hobi, akhirnya fotografi menjadi salah satu jalan karir saya hingga hari ini. Di tahun 1997 saya pernah bekerja di majalah Foto Media, sayang sekali sekarang majalah tersebut sudah berhenti terbit. Setelahnya saya juga masih bekerja di bidang fotografi, termasuk bekerja sebagai tukang cuci cetak foto hitam putih. Sampai akhirnya mulai motret sendiri sampai sekarang.

By Davy Linggar
04 May 2024