Self Lifehacks

Menilai Kesalahan

Takaran kesalahan setiap orang pasti berbeda-beda. Ada orang yang merasa minum alkohol tiga gelas itu adalah sebuah kesalahan. Tapi ada yang merasa itu tidak masalah. Akan tetapi, menurutku pribadi kesalahan bisa diartikan jika kita melakukan sesuatu yang merugikan orang lain atau diri sendiri. Sebuah tindakan yang melewati batas-batas aturan tertentu. Sesederhana seperti saat aku harus belajar untuk ujian tapi aku tidak melakukannya dan nilaiku akhirnya buruk. Tindakan ini merugikan diriku sendiri dan merugikan orang lain yaitu orang tuaku yang sudah membiayai sekolah. Maka, inilah yang bisa aku pertimbangkan sebagai sebuah kesalahan. 

Kesalahan bisa diartikan jika kita melakukan sesuatu yang merugikan orang lain atau diri sendiri.

Beranjak dewasa, dulu aku adalah seseorang yang amat takut membuat kesalahan. Tapi sekarang aku mulai belajar bahwa sebuah kesalahan adalah bagian dari kesuksesan. Bukan berarti aku sengaja berbuat kesalahan. Tentu saja aku akan berusaha untuk berperilaku dan bertindak sebaik-baiknya, tapi tidak juga selalu menuntut diri menjadi yang terbaik dan sempurna. Biasanya kesalahan yang secara tidak sengaja dan tidak sadar aku lakukan berdasar pada rasa penasaran. Tapi ini juga didukung dengan pemikiran bahwa aku tidak mau menjadi orang yang mudah stres karena memikirkan kesalahan.

Penasaran itu pun semakin mudah datang ketika aku dilarang untuk melakukan. Akhirnya aku harus merasakan “tamparan” terlebih dahulu agar menyadari bahwa tindakan tersebut salah dan sebaiknya tidak diulangi. Semakin ke sini, aku semakin belajar dari kesalahan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan memikirkan matang-matang tindakan yang dilakukan. Jika aku melakukan sebuah kesalahan yang tidak aku sadari, aku pun terbuka untuk mendengarkan mereka yang merasa tersakiti karena aku. Sudah pasti aku tidak enggan untuk meminta maaf dan sebisa mungkin berjanji akan menjadi pribadi yang lebih baik. 

Sekalipun misalnya aku merasa tidak bersalah, aku akan tetap memilih untuk meminta maaf dengan menjelaskan apa maksudku. Menurutku, meminta maaf tidak pernah ada salah dan ruginya. Walaupun mungkin aku tidak akan semerta-merta mengikuti keinginan orang tersebut dan mengubah diriku secara instan atas sesuatu yang tidak aku lakukan atau yang bukan diriku sendiri. Bagaimanapun juga aku tetap ingin menjadi diri sendiri. Aku tidak mau berubah untuk dan karena orang lain. Meminta maaf bisa dilakukan tanpa harus sama-sama setuju atas satu hal karena setiap orang bisa memiliki pola pikirnya masing-masing.

Meminta maaf tidak pernah ada salah dan ruginya.

Aku meyakini bahwa setiap orang yang kita temui dihadapi dengan cara yang berbeda-beda. Cara aku menghadapi papa akan berbeda dengan caraku menghadapi mama. Mereka berdua memiliki pola pikir dan emosi yang berbeda. Jika mama bilang “tidak”, artinya benar-benar tidak dan aku harus menurutinya. Tapi kalau papa yang bilang tidak, aku pasti akan mempertanyakan kenapa. Butuh strategi yang berbeda-beda untuk tetap menciptakan komunikasi dan hubungan yang baik dengan orang lain. Tujuannya satu supaya tidak salah ambil tindakan. Aku tidak mau menyamakan perlakuanku pada semua orang tapi ternyata di antara mereka ada yang lebih sensitif dari yang lain. Kemudian dari situ aku justru menyakitinya. 

Secara implisit, dalam lagu “Pretty Gold”, secara garis inilah yang ingin aku sampaikan. Aku ingin memberitahu bahwa dalam hidup kita harus menikmatinya, mengejar apa yang diinginkan tanpa terlalu memikirkan opini, tanggapan atau intervensi orang lain. Seringnya opini dan intervensi itu membuat kita tidak maju. Jika kita kembali pada akar dari kesalahan, darinya kita seharusnya bisa belajar dan maju. Kalau memang sudah melakukan kesalahan, langkah selanjutnya adalah memperbaiki diri untuk jadi lebih baik lagi. Terlalu lama dalam kebisingan yang dibicarakan orang lain karena melihat kesalahan kita hanya akan membuat diam di tempat. Terkadang kita harus belajar untuk menolak mentah-mentah argumen orang lain yang tidak sesuai dengan kita. Tapi tentu cara menolaknya butuh strategi yang tidak merugikan siapa-siapa. Cara kita menyampaikan penolakan itulah yang penting. 

Kalau memang sudah melakukan kesalahan, langkah selanjutnya adalah memperbaiki diri untuk jadi lebih baik lagi.

Bicara begini bukan berarti aku menyarankan untuk melanggar setiap aturan yang ada dan hidup dengan aturan kita sendiri. Pada dasarnya, aturan yang yang tertulis atau tidak tertulis dibuat untuk membuat kita hidup lebih damai. Contohnya keberadaan lampu lalu lintas ditujukan agar kita bisa berkendara secara teratur di jalan sehingga tidak terjadi kecelakaan. Tanpa ada aturan atau standar tertentu yang dapat membuat hidup lebih damai, hidup kita pasti akan berantakan.

Related Articles

Card image
Self
Lesson Learned: Depresi

Merasa sedih itu bagian dari hidup, tapi kalau sampai berlarut-larut dan menganggu aktivitas itu pertanda ada yang perlu dibenahi atau kamu perlu segera cari bantuan professional. Kita tidak bisa sepenuhnya mengontrol atau mengendalikan apa yang terjadi dan kita alami dalam hidup, tapi kita bisa mengendalikan cara kita memproses pengalaman tersebut. Tidak mudah tapi kita pasti bisa.

By Trisa Triandesa
31 July 2021
Card image
Self
Kesehatan Mental Harus Dibicarakan

Bicara tentang kesehatan mental, masih banyak sekali orang di masyarakat kita yang belum percaya bahwa seseorang bisa memiliki gangguan mental. Akhirnya, orang-orang yang mengalami hal tersebut enggan untuk menceritakan apa yang dirasakan dan memendamnya sendiri. Padahal ia sangat membutuhkan pertolongan untuk keluar dari kemelut benaknya. 

By Carissa Perruset
31 July 2021
Card image
Self
Yang Pergi dan Tak Terlupakan

Bagi kita kepergian orang yang dekat apalagi kita sayangi memang membawa derita dan luka mendalam. Apalagi orang tersebut begitu baik atau berjasa. Kenangan tentang mereka terkadang begitu indah tiada bercela. Tidak jarang proses berduka dialami dalam jangka waktu yang tidak singkat.

By Dr. Clara Moningka
31 July 2021