Self Lifehacks

Pasang Surut Perasaan

Diyah Deviyanti

@deey2

Koordinator Proyek Lingkungan Hidup

Hi! Apa kabarmu?

Lagi gak baik-baik aja? Aku juga, sih. Perasaan lagi beragam kayak bubur diaduk. Kalau bubur enak ya dimakan, nah, ini perasaan malah jadi bikin kurang semangat. Apa sih yang membuatmu jadi mikir gak karuan? Kalau boleh cerita, yang bikin aku gak nyaman adalah perasaan yang takut akan ketidakpastian. Aku tahu betul, dalam hidup tidak semua hal itu pasti, tidak semua yang direncanakan berjalan sesuai harapan, tidak semua yang diinginkan menjadi kenyataan, ya intinya tidak ada yang menjamin akan kepastian. Celakanya, hal yang sudah kuketahui ini masih sering membuatku kalang kabut, hanya karena pikiran khawatir akan ketidapastian datang menjadi rasa khawatir yang berbeda dari biasanya.

Padahal, baru kemarin rasanya aku berada pada kondisi penuh semangat dan penuh harapan baru. Namun, hari ini justru ada di fase mempertanyakan segala hal. Pertanyaan-pertanyaan tak ada jawaban logis dipikiran lah yang membuatku merasa ‘aku harus bagaimana?’ Aku rasa, kamu pernah mengalaminya, ya?

Pernah ya, aku mencoba mengalihkan dan berharap pikiran-pikiran yang kuanggap tabu tersebut terlupakan. Nyatanya malah menjadi menumpuk, membuatku merasa takut menghadapi perasaan atau pikiran tersebut. Ternyata mencoba mengabaikan tidak tepat menjadi sebuah pilihan.

Aku mencoba lagi, mengambil jeda sambil mencerna, mencoba menelisik pikiran-pikiran ini datangnya darimana. Namun, tetap tak menemukan jawaban sesuai logika. Lalu, aku mencoba menerima. Tidak berusaha mengembara ke pikiran lainnya demi menutupi pikiran sebelumnya. Di sisi lain, aku mengungkapkan apa yang sedang kupertanyakan ke orang terdekat. Kadang terdengar aneh dan mereka mengernyitkan dahinya, tapi syukurnya tidak menghakimi. Meski tak ada jawaban, tapi setidaknya aku didengarkan. Proses bertukar pikiran ini membuatku merasa tak sendirian. Ternyata, yang tertawa terbahak-bahak itu tak selalu bahagia benar adanya. Hanya saja, mungkin ia sudah paham bahwa hidup tak selalu dalam posisi aman dan nyaman. Aku pun sebetulnya juga cukup paham, tapi jika dihadapkan dengan cobaan lain lagi, aku masih kewalahan di awal karena selalu mencoba mencari jawaban sesuai harapan yang bisa kupikirkan. Padahal tidak selalu begitu konsepnya.

Ternyata, yang tertawa terbahak-bahak itu tak selalu bahagia benar adanya. Hanya saja, mungkin ia sudah paham bahwa hidup tak selalu dalam posisi aman dan nyaman.

Yang kusampaikan berikutnya tidak pasti, namun setidaknya cukup membantu kita untuk sadar bahwa hidup memang begini adanya. Ketika hidup meletakkan kita di posisi aman, boleh loh merasa hebat dalam bertahan. Ketika diberikan kondisi bahagia dan nyaman, boleh banget dinikmati lebih dari sewajarnya. Ketika datang komedi untuk ditertawakan, tidak salah tertawa sepuas-puasnya, karena kita tidak pernah tahu kapan waktunya dipertemukan dengan keadaan yang membosankan atau bahkan tidak menyenangkan. Ya…hidup memang sebercanda itu, kawan! Ibaratnya arus gelombong, kadang tinggi, kadang sedang, kadang pula datar seperti tidak membahayakan. Aku katakan lagi ya, hidup pun begitu, kadang di atas, kadang di tengah, eh bahkan kadang berada di bawah.

Jadi, aku boleh menyimpulkan dari sependek pengalamanku, kita bisa mengubah nasib tapi tak bisa mengubah takdir. Maka, jalani detik ini seolah-olah kita tidak akan bertemu detik selanjutnya atau sederhananya, dengan kata lain, jalani hidup penuh kesadaran dan rasa syukur. Kenapa? Karena tidak semua hal di dunia ini perlu dipertanyakan dan harus ada jawaban. Ada banyak hal yang hanya perlu dijalani, karena bisa saja jawabannya malah datang dengan sendirinya. Jika kita masih diberi kesempatan hidup dan merasakan semua gejolak perubahan yang ada di dunia, hingga perubahan perasaan dalam diri sendiri, maka berbahagialah! Di manapun dan apapun kondisimu saat ini, aku ingatkan lagi, tidak ada fase yang stagnan. Jadi jangan takut menghadapi dengan sumringah, sebab bisa jadi detik selanjutnya kamu akan berada di fase yang kamu harapkan! Amin yang kencang ya, kawan!

Ada banyak hal yang hanya perlu dijalani, karena bisa saja jawabannya malah datang dengan sendirinya.

Related Articles

Card image
Self
Ekspresi Diri dan Gaya Hidup

Saya juga setuju dengan ungkapan bahwa fashion adalah cara mengekspresikan diri. Kalau saya bertemu dengan orang, kita bisa melihat karakternya dari apa yang ia kenakan. Baju adalah salah satu medium kita bisa melihat dan “menilai” orang. Jadi bisa dikatakan bahwa baju yang kita kenakan sebenarnya bisa menjadi ungkapan bahwa kita ini adalah bagian dari komunitas tertentu. Mungkin komunitas skateboard, band, atau komunitas-komunitas lainnya. Urban Sneaker Society juga berusaha menggabungkan banyak komunitas agar bisa bertemu satu-sama lain.

By Jeffry Jouw
04 December 2021
Card image
Self
Merangkul Kegagalan

Kegagalan tentu bukan hasil yang diharapkan bagi semua orang yang sedang berjuang. Banyak diantara kita yang mungkin tengah atau telah melalui masa sulit, baik karena pandemi maupun karena masalah pribadi. Sayangnya kegagalan bukan hal yang bisa kita hindari. Kegagalan akan selalu hadir sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran hidup yang masih akan kita jalani hari ini dan seterusnya.

By Greatmind X Festival Pulih
04 December 2021
Card image
Self
Berjalan Untuk Berubah

Masing-masing manusia punya perjalanan yang berbeda-beda. Katanya, dalam perjalanan itu yang paling penting bukan destinasinya, melainkan proses dan cerita yang terjadi sepanjang perjalanan. Katanya juga, cerita dalam perjalanan lah yang menjadikan siapa kita sekarang ini. Tapi yang pasti, melalui perjalanan kita berubah dan bertumbuh.

By Greatmind x Festival Film 100% Manusia
04 December 2021