Self Health & Wellness

Menjaga Pola Tidur Ideal

Yulia Baltschun

@yuliabaltschun

Praktisi Diet & Kebugaran

Gaya hidup hustle culture sedang marak diperbincangkan beberapa waktu terakhir. Salah satu aspek yang kerap dikorbankan dalam gaya hidup ini adalah waktu tidur atau istirahat kita. Tidur sebenarnya tidak hanya bermanfaat untuk mengisi ulang energi kita setelah beraktivitas sehari penuh. Melalui pola tidur ideal juga dapat membantu metabolisme tubuh agar bekerja dengan lebih optimal, menstabilkan emosi, hingga membantu proses pembakaran lemak. Tentu saja tidak berarti kita justru malah tidur terus, ya!. Pola tidur yang salah juga bisa jadi membahayakan kesehatan kita, jadi kita harus mulai menerapkan pola tidur yang sehat.

Mari kita mulai dari durasi tidur. Orang dewasa umumnya membutuhkan tidur selama 7 hingga 8 jam. Usahakan untuk tidur cukup berdasarkan durasi ini, tidak kurang atau bahkan berlebih. Kurang tidur dapat memengaruhi kenaikan berat badan hingga 88% bahkan potensi kenaikan massa lemah sampai 124%. Sebaliknya, tidur yang berlebihkan juga berpotensi menaikkan massa lemak hingga 94% jika dibandingkan dengan durasi tidur yang ideal. Saat kita tidur sebenarnya terjadi proses pembakaran lemak di dalam tubuh. Dengan catatan, kita terlebih dahulu harus memastikan bahwa asupan kalori harian kita masih dalam zona kalori defisit.

Kurang tidur dapat memengaruhi kenaikan berat badan hingga 88% bahkan potensi kenaikan massa lemah sampai 124%. Sebaliknya, tidur yang berlebihkan juga berpotensi menaikkan massa lemak hingga 94% jika dibandingkan dengan durasi tidur yang ideal.

Untuk kamu yang sedang berusaha menurunkan berat badan, mungkin menjaga pola tidur kini bisa menjadi bahan pertimbangan. Dalam rangka mengoptimalisasi proses pembakaran lemat kita juga harus berusaha untuk menghindari imflmmatory food . Salah satu jenis makanannya adalah panganan dengan kandungan gula yang tinggi, terlebih jika diolah dengan minyak panas. Bagi sebagian orang bisa saja mengalami sensitivitas berlebih terhadap jenis makanan tertentu, hal ini juga butuh menjadi perhatian kita.

Saat membicarakan mengenai pola tidur, tentu kita tidak boleh hanya fokus kepada kuantitas tetapi juga kualitas tidur kita. Salah satu tips yang bisa diterapkan adalah dengan mengonsumsi probiotik sebelum tidur. Sebaiknya pilih minuman probiotik yang tidak mengandung gula tambahan atau tinggi kalori. Apa sebenarnya peran probiotik? Hal ini akan merangsang hormon GLP-1  yang akan menekan rasa lapar dan membakar kalori berlebih saat kamu tidur. Sederhananya, semakin ideal bakteri baik di dalam tubuh kamu, maka penyerapan kalori dalam tubuh juga akan berkurang.

Poin penting lainnya adalah dengan melakukan meditasi yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas tidur. Dengan melakukan meditasi sebelum tidur, tubuh kita akan lebih relax sehingga kemungkinan untuk mencapai kualitas tidur yang baik (deep sleep)  juga akan meningkat. Saat tidur kita buruk, hormon stress pun meningkat dan hormon ini bisa sangat menghambat proses tubuh mengurai lemak, kalau hormonnya kacau karena tidur buruk ya bagaimana tubuh kamu bisa optimal mengurai lemak? Kualitas tidur yang baik akan berpengaruh pada tubuh kalian setelah bangun tidur, badan tidak akan begah / inflame. 

Mungkin sebenarnya kita paham bahwa tidur adalah hal yang tidak boleh diremehkan. Terkadang juga sebenarnya tubuh kita sudah memberikan sinyal bahwa kita sudah kelelan dan butuh istirahat. Jangan memaksakan diri terlalu keras sehingga lupa untuk istirahat. Pada dasarnya tubuh kita butuh tidur untuk bisa mempersiapkan diri untuk kembali beraktivitas pada hari-hari selanjutnya. Hidup sehat memang gabungan dari beberapa aspek yang perlu dioptimalkan untuk bisa menjaga tubuh kita satu-satunya ini. 

Pada dasarnya tubuh kita butuh tidur untuk bisa mempersiapkan diri untuk kembali beraktivitas pada hari-hari selanjutnya. Hidup sehat memang gabungan dari beberapa aspek yang perlu dioptimalkan untuk bisa menjaga tubuh kita satu-satunya ini. 

Related Articles

Card image
Self
Proses Menerima Kehilangan

Proses penerimaan saat menghadapi momen kehilangan memang tentu berbeda-beda bagi setiap individu. Banyak fase yang harus kita lalui mulai dari sedih, menghindari percakapan dengan orang lain, frustrasi, depresi, hingga akhirnya kita bisa menerima apa yang terjadi. Ada juga yang memilih untuk memendam dan menyimpan rasa yang kita miliki, tapi dari pengalaman, kami juga belajar bahwa kita tidak harus melalui semuanya sendirian.

By Duara
23 October 2021
Card image
Self
Lesson Learned: Otak Kanan vs. Kiri

Kamu tipe orang otak kanan yang kreatif atau otak kiri yang analitis dan logis? Kalaupun kamu tidak tahu tipe yang mana mungkin setidaknya pernah dengar “tes kepribadian” terkait ini atau mungkin melihat judul artikel berita atau judul buku soal perbedaan otak kanan dan kiri. Pemahaman mengenai perbedaan gaya berpikir dan kepribadian berdasarkan sisi otak yang lebih dominan merupakan MITOS. Tapi sayangnya awam dijadikan pembenaran atau rasionalisasi.

By Trisa Triandesa
23 October 2021
Card image
Self
Jurnal Sebagai Wadah Luapan Rasa

Konsep kebahagiaan dan kesejahteraan kini dimaknai dengan semakin dalam untuk generasi yang paham pentingnya self-care di masa yang cukup menuntut diri kita di lintas area kehidupan. Kesejahteraan dan kebahagiaan, atau lebih ramah kita kenal sebagai welfare dan wellbeing, adalah istilah yang kini sering digunakan secara tumpang tindih di banyak media.

By Georgina Wait
23 October 2021