Circle Work & Money

Beradaptasi dengan Dunia Kerja

Menjadi dewasa, dalam artian selesai dari sekolah atau universitas lalu masuk ke dunia kerja tentu ada banyak perubahan dan penyesuaian yang perlu dilakukan. Menurutku tidak ada aturan pasti untuk menjadi orang dewasa. Semasa sekolah dulu, mungkin tujuan kita semua sama, lulus dengan nilai baik kemudian masuk ke universitas tujuan, tapi dunia kerja tidak demikian, semua orang punya tujuan dan perjuangannya sendiri-sendiri.

Ketika baru lulus dari bangku kuliah, aku sendiri merasa ada banyak sekali hal yang dicemaskan. Apakah aku cukup baik dalam mengerjakan tugas? Serta perasaan takut bahwa apa yang aku kerjakan ternyata tidak maksimal. Bersosialisasi dengan rekan kerja dan bos di kantor juga menjadi salah satu hal yang butuh dipelajari, meski aku yakin setiap orang dan tempat kerja punya masanya sendiri. Boleh jadi di tahun pertama kita mendapat rekan kerja yang menyenangkan, lalu di tahun kedua ternyata ada banyak perubahan dengan pergantian manusia yag ada di dalam kantor, kemampuan beradaptasi dan menempatkan diri menjadi skill yang sangat baik untuk dimiliki.

Bersosialisasi dengan rekan kerja dan bos di kantor juga menjadi salah satu hal yang butuh dipelajari, meski aku yakin setiap orang dan tempat kerja punya masanya sendiri.

Wajar bila belum terbiasa dengan perubahan ritme hidup yang muncul di awal-awal karir, aku juga merasakan hal yang sama. Menurutku, saat pertama kali bekerja, kita butuh kelegaan hati untuk bisa menerima ilmu baru dan menyesuaikan diri dengan cara kerja perusahaan tersebut. Ketika baru memasuki dunia kerja, kita juga bisa belajar dari senior-senior yang siap mengajarkan dan membantu kita beradaptasi. Serap saja ilmu yang dibagikan. Be humble untuk belajar dan juga menyesuaikan diri.

Membangun relasi dengan orang-orang di tempat kita bekerja juga penting. Kita menghabiskan lebih dari sepertiga hidup kita di tempat kerja. Lingkungan kerja tentu memiliki andil penting dalam hidup kita, aku merasa berada dalam lingkungan kerja yang toxic juga bisa memberikan efek pada kepribadian kita di luar jam kantor. Meski begitu, kita juga harus memilah dan memilih mana opini atau masukan yang memang butuh kita dengar dan mana yang perlu kita abaikan saja.

Kita menghabiskan lebih dari sepertiga hidup kita di tempat kerja. Lingkungan kerja tentu memiliki andil penting dalam hidup kita, aku merasa berada dalam lingkungan kerja yang toxic juga bisa memberikan efek pada kepribadian kita di luar jam kantor. Meski begitu, kita juga harus memilah dan memilih mana opini atau masukan yang memang butuh kita dengar dan mana yang perlu kita abaikan saja.

Saat berada di tempat kerja, tentu aku juga akan berusaha profesional. Ada anggapan bahwa kantor bukan tempat untuk mencari teman, tapi biar bagaimanapun pekerja juga tetap manusia dan makhluk sosial, kita tetap perlu menjaga hubungan baik dengan individu yang berinteraksi dengan kita sehari-hari. Kalau mencari teman akrab seperti masa-masa sekolah, memang rasanya akan lebih sulit karena tentu setiap orang akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk meeting, brainstorming, atau mengejar target masing-masing.

Aku juga sering kali membahas mengenai interaksi yang terjadi di kantor melalui media sosial, berdasarkan interaksiku bersama teman-teman secara online, aku rasa sebenarnya kita semua pernah menghadapi masalah yang kurang lebih serupa. Coba nikmati saja momen atau fase saat ini, jangan terlalu memusingkan pikiran dengan ekspektasi kita akan masa depan. Ekspektasi akan karir dan tempat kerja juga sepertinya menjadi salah satu faktor kenapa belakangan ini, terutama teman-teman Gen Z sering dianggap “kutu loncat” di kantor. Dianggap kurang loyal atau cepat berpindah dari satu tempat kerja ke tempat lainnya dalam waktu singkat. Boleh jadi hal ini juga merupakan respon dari akumulasi konten yang selama ini diakses melalui media sosial.

Semua orang tentu hanya akan memperlihatkan hasil akhir dari kerja keras yang dilakukan dalam unggahan di media sosial. Sehingga, banyak orang yang mungkin berekspektasi untuk bisa sukses dengan instan, padahal semua hal butuh proses dan butuh kesabaran untuk bisa berprogres. Sayangnya fase belajar mungkin memang tidak selalu nyaman, tapi dinikmati saja dulu. Kalau memang masih harus belajar, coba terima dan jadikan ini kesempatan untuk bisa mengembangkan diri menjadi lebih baik.

Tidak ada hal yang sempurna di dunia ini, begitu juga dengan tempat kerja. Menurutku tempat kerja yang baik adalah tempat yang bisa memberikan kita zona aman untuk bisa berkembang secara profesional dalam segi kreativitas, inisiatif, dan juga kepribadian. Tempat kerja yang baik menurutku, adalah tempat kerja yang memberikan ruang bagi setiap individu untuk berpendapat, bereksperimen, dan belajar dari kesalahan tanpa intrik politik yang berlebihan.

Tidak ada hal yang sempurna di dunia ini, begitu juga dengan tempat kerja. Menurutku tempat kerja yang baik adalah tempat yang bisa memberikan kita zona aman untuk bisa berkembang secara profesional dalam segi kreativitas, inisiatif, dan juga kepribadian.

Selain itu, tempat kerja yang baik adalah tempat yang dapat memberikan reward serta punishment yang sesuai. Berdasarkan pengalamanku, keputusan seseorang untuk keluar dari sebuah perusahaan tidak hanya datang dari pertimbangan ekonomi tetapi juga rasa untuk dihargai sebagai seorang manusia. Harus ada simbiosis mutualisme antara perusahaan dengan para karyawan untuk bisa saling membantu dalam proses belajar untuk menjadi lebih baik.

Kalau dirimu sedang merasa kesulitan karena baru saja memasuki dunia kerja, kamu tidak sendirian. Saat memasuki fase baru dalam hidup tentu akan ada tantangan-tantangan baru yang muncul, perlu kesediaan diri untuk bisa menerima masukan serta saran yang memang bertujuan untuk membantu kita berkembang.

Definisi sukses setiap orang juga berbeda, kita bisa tentukan sendiri makna sukses yang sesuai dengan apa yang ingin kita tuju. Do your best and enjoy the process.

Related Articles

Card image
Circle
Perjalanan Menemukan Makna dan Pentingnya Pelestarian Budaya

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kadang kita lupa bahwa pada akhirnya yang kita butuhkan adalah kembali ke akar budaya yang selama ini sudah ada, menghidupi kembali filosofi Tri Hita Karana, di mana kita menciptakan keselarasan antara alam, manusia, dan pencipta. Filosofi inilah yang coba dihidupkan Nuanu.

By Ida Ayu Astari Prada
25 May 2024
Card image
Circle
Kembali Merangkai Sebuah Keluarga

Selama aku tumbuh besar, aku tidak pernah merasa pantas untuk disayang. Mungkin karena aku tidak pernah merasakan kasih sayang hangat dari kedua orang tua saat kecil. Sejauh ingatan yang bisa aku kenang, sosok yang selalu hadir semasa aku kecil hingga remaja adalah Popo dan Kung-Kung.

By Greatmind
24 November 2023
Card image
Circle
Pernah Deep Talk Sama Orang Tua?

Coba ingat-ingat lagi kapan terakhir kali lo ngobrol bareng ibu atau bapak? Bukan, bukan hanya sekedar bertanya sudah makan atau belum lalu kemudian selesai, melainkan perbincangan yang lebih mendalam mengenai apa yang sedang lo kerjakan atau usahakan.

By Greatmind x Folkative
26 August 2023