Society Health & Wellness

Cepat Tanggap Isolasi Diri

“Ah, saya sehat kok. Tidak perlu pakai masker. Saya tidak mungkin terserang.”

“Yah, kalau sakit, ya sakit saja. Sudah takdir.”

Tidak lama kemudian ternyata kamu terserang corona karena tidak melakukan tindak pencegahan. Lalu orang-orang sekitarmu pun jadi berpotensi terjangkit penyakit ini. Barulah nantinya menyesal dan hendak kembali ke belakang agar dapat mengubah keadaan. Tidak ingin hal ini terjadi? Cobalah untuk lebih cepat tanggap dan kritis pada apa yang terjadi di sekitarmu. Setelah dianggap menjadi sebuah penyakit pandemi, kita telah dianjurkan untuk melakukan berbagai macam pencegahan agar tidak terserang virus corona. Sering-sering cuci tangan dengan langkah yang tepat, menggunakan masker, hingga mengurangi mobilitas di luar ruangan. Sekalipun kita ternyata tidak menunjukkan gejala, kita tetap harus melakukan pencegahan ini sebab nyatanya kita tidak pernah tahu bagaimana virus itu bisa hinggap dalam tubuh. Mungkin bukan berasal dari salah satu anggota keluarga. Bisa jadi dari orang-orang asing yang secara tidak sengaja bertemu di jalan atau di supermarket. Dengan melakukan pencegahan tersebut kita bisa menghambat laju penyebaran corona. 

Kemudian bagaimana kalau ternyata kamu berpotensi mengidap penyakit ini? Misalnya kamu menunjukkan beberapa gejalanya seperti batuk dan demam atau ternyata kita telah berinteraksi dengan teman yang dinyatakan positif terserang. Sebelum benar-benar yakin mengidap dan melakukan tes, coba lakukan langkah pertama yang paling penting dilakukan yaitu isolasi diri paling tidak 14 hari. Selama isolasi itu pun kamu harus benar-benar melakukan ini:

Benar-benar tidak keluar rumah selama kurun waktu isolasi. Kecuali untuk pergi memeriksakan diri ke rumah sakit, diamlah di rumah. Hindari area publik di manapun itu. Untuk sementara mintalah bantuan orang lain untuk pergi berbelanja kebutuhan sehari-hari atau lewat jasa pengiriman barang dan makanan. Manfaatkan apa yang ada di dalam rumah untuk mengisi keseharian agar tetap bersemangat. Gunakan fungsi internet sebaik-baiknya. Untuk pekerjaan dan hiburan.

Benar-benar tidak keluar rumah selama kurun waktu isolasi. Kecuali untuk pergi memeriksakan diri ke rumah sakit, diamlah di rumah.

Pisahkan diri dari orang sekitar. Kalau kamu tinggal dengan beberapa anggota keluarga, cobalah untuk tidak tidur bersama dalam satu kamar, menggunakan satu kamar mandi yang sama, bahkan duduk bersebelahan di satu sofa. Sebisa mungkin jagalah jarak paling tidak satu meter atau menghindari kontak langsung dengan mereka. Misalnya ketika hendak keluar kamar beritahukan pada mereka untuk tidak berada di luar. Kemudian lakukan desinfeksi area atau benda yang disentuh. Bawalah makanan ke dalam kamar tidur. Jangan menggunakan alat makan yang sama. Setelah menggunakan cepat-cepat cuci dengan sabun anti bakteri.

Pakailah masker selama isolasi. Menjaga agar cairan yang keluar dari tubuh kita — entah dari bersin atau batuk, masker adalah kunci. Tidak hanya kamu yang harus menggunakan anggota keluarga yang tinggal bersama pun harus menggunakannya. Terlebih jika harus berada dalam satu ruangan bersama. 

Cuci tangan sesering mungkin. Saat virus corona hidup di tangan dan tidak buru-buru dicuci bersih dengan sabun lalu kita memegang benda yang mungkin akan disentuh oleh orang lain, kita bisa menyebarkan virus tersebut. Jika mencuci tangan dengan sabun dan air sulit terjangkau, gunakanlah hand sanitizer dengan 60% alkohol di dalamnya. Ratakan cairan hand sanitizer pada seluruh bagian tangan setelah menyentuh benda. 

Bersihkan permukaan benda yang sering disentuh. Sering-sering mencuci tangan tidaklah cukup. Bisa jadi luput dari perhatian kita setelah menyentuh satu benda dan ternyata kita baru saja menutup mulut dari bersin. Pencegahan ekstra dapat dilakukan dengan membersihkan segala permukaan benda yang sering disentuh. Layar laptop, ponsel, gagang pintu, remote TV bahkan meja dan kursi. Bersihkan juga area dapur, kamar mandi dan kamar tidur lebih sering dari biasanya.jika memang hanya ada satu kamar mandi yang digunakan untuk seluruh anggota keluarga, buatlah jadwal penggunaan kamar mandi. Pastikan sebelum dan setelah kamu masuk ke dalam kamar mandi, area tersebut sudah dibersihkan. Selain itu, saat mencuci pakaian dan sprei sebaiknya menggunakan sarung tangan sekali pakai. Setelah selesai cucilah tangan menggunakan sabun dengan tahapan mencuci tangan yang tepat. 

Pencegahan ekstra dapat dilakukan dengan membersihkan segala permukaan benda yang sering disentuh.

Lalu kapan isolasi diakhiri? Setelah 14 hari isolasi dan ternyata gejala sudah mereda bahkan menghilang baiknya berkonsultasilah pada praktisi kesehatan baik lewat telepon atau bertatap muka. Setelah benar-benar yakin tidak lagi berpotensi, barulah isolasi diri bisa diselesaikan. Walaupun langkah pencegahan harus tetap dilakukan sampai tidak ada lagi kasus corona. 

Related Articles

Card image
Society
Beradaptasi dengan Inovasi

Saya telah mendengar dan melihat banyak cerita tentang pemilik usaha kecil yang awalnya memulai berbisnis karena penasaran. Mereka belajar dari Youtube, bereksperimen sambil terus di rumah karena pembatasan sosial, dan ternyata membuahkan bisnis yang berkembang.

By Jerome Polin
02 July 2022
Card image
Society
Memahami Wibu: Obsesi terhadap J-Culture

Wibu atau weeb adalah istilah yang digunakan untuk orang-orang non-Japanese yang terobsesi atau sangat menggemari kultur Jepang, khususnya yang terkait dengan game, manga, atau anime. Meskipun istilah weeb itu sendiri baru muncul di 4chan, sebuah situs berbagi gambar populer sekitar 1 dekade lalu, kultur wibu (atau Japanophilia) sebenarnya sudah lahir sejak era 80-90an.

By Pirrou Sophie
04 June 2022
Card image
Society
Tenang Bercerita

Tempaan hidup secara lahir dan batin yang awalnya disimpan dan menumpuk karena mungkin belum paham bagaimana cara merespon perasaan yang hadir. Kemudian emosi dan perasaan itu akhirnya muncul dalam bentuk rasa cemas berlebih yang saya rasakan.

By Syafwin Ramadhan Bajumi
23 April 2022