Society Art & Culture

Suara-Suara Nan Bermanfaat

Tahu tidak bahwa manusia ternyata lebih mudah melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu (multitasking) jika sambil mendengarkan sebuah konten audio? Bahkan besar sekali kemungkinan untuk kita mempertajam fokus saat mendengarkan audio, terjauh dari distraksi suara-suara di sekitar kita karena hanya mendengarkan satu sumber suara. Apalagi saat mendengar podcast (siniar), kita sebenarnya sedang berimajinasi yang dapat mendorong untuk melatih fokus. Di saat yang sama, kita akan berada dalam fase relaksasi di mana informasi dari konten audio tersebut dapat terserap dengan baik di otak. 

Konten audio dan video memang memiliki penikmatnya masing-masing. Berdasarkan riset, di Indonesia perkembangan siniar sudah meningkat sekitar 25-30%. Konten audio yang dapat didengar di manapun, kapanpun, menjadi alasan masyarakat mulai terbiasa mendengarkan siniar. Kurang lebih 2,5 jam dalam seminggu, orang Indonesia mendengarkan siniar. Menariknya, banyak hal bermanfaat yang bisa dilakukan dengan cara story telling lewat siniar. 

Pada dasarnya, sifat manusia sebagai makhluk sosial yang selalu ingin banyak tahu senang dengan konten story telling. Oleh karena itu, tren audio dengan audiens penikmatnya pun terus bertumbuh. Potensi besar industri konten audio juga dibarengi dengan  perkembangan teknologi audio itu sendiri. Perangkat keras audio sekarang ini sudah sangat canggih seperti contohnya binaural audio atau spatial audio. Dengan berkembangnya perangkat yang memberikan pengalaman ekstra tersebut, baik kreator dan audiens konten audio dapat terus melakukan eskplorasi . Walaupun masih dibutuhkan waktu panjang untuk dapat menyatukan pengalaman dari kedua aspek tersebut, tapi ekosistem dunia audio sudah terlihat menjanjikan. 

Besar sekali kemungkinan untuk kita mempertajam fokus saat mendengarkan audio, terjauh dari distraksi suara-suara di sekitar kita karena hanya mendengarkan satu sumber suara.

Belakangan, kita juga melihat adanya aplikasi jejaring sosial live audio seperti Clubhouse serta fitur livestreaming audio di beberapa jejaring sosial yang sudah ada. Ini membuktikan adanya perkembangan di dalam di ekosistem audio yang memberikan ruang untuk masyarakat untuk menjadi pembicara. Mungkin saja ke depannya fitur semacam ini bisa berevolusi yang bermanfaat bagi pembicara maupun pendengar sehingga tidak hanya sekadar menghadirkan perdebatan atau gossip yang tidak ada hasil. Intinya dengan terus adanya tren baru di ekosistem audio, terbuka pula peluang baru untuk para pengguna untuk berkarya. 

Kalau berbicara tentang bisnis audio di Asia Tenggara, diprediksi pada tahun 2024 potensi pendapatan akan mencapai 3 milyar Dolar AS secara total. Melihat fakta ini, membangun konten audio tidaklah hanya sekadar hobi saja sekarang melainkan menjadi bisnis yang menguntungkan. Tentunya, ini harus diikuti dengan membangun IP (Intellectual Property) yang dapat dikembangkan dan menarik klien untuk asalan komersial. Saya melihat model bisnisnya juga sudah beragam, mulai dari iklan hingga berlangganan. Seiring berkembangnya zaman, suatu saat bukannya tidak mungkin aka nada opsi baru untuk dapat produksi konten yang terintegrasi dari awal hingga akhir. 

Indonesia sendiri merupakan negara dengan pengguna aktif terbanyak ketiga di dunia yang menggunakan aplikasi Anchor, aplikasi untuk publikasi siniar. Ini membuktikan adanya ketertarikan yang tinggi di industry siniar Indonesia dan adanya kebutuhan di masyarakat untuk konsumsi konten audio. Tinggal bagaimana para kreator dapat membuat konten audio secara profesional. Kami di Podkesmas Asia Network bertujuan untuk membantu para kreator menciptakan konten siniar yang profesional dengan menghasilkan IP, mengumpulkan jaringan di ekosistem ini, serta produksi konten siniar yang berkualitas. 

Untuk mengembangkan konten audio di Indonesia, saya memelajari bahwa ada tiga elemen utama yang harus diperhatikan para kreator konten audio. Pertama adalah cerita konten itu sendiri yang bisa berupa diskusi atau bahkan drama dengan naskah. Karakter-karakter yang membawakan isi konten tersebut juga amat mendukung kualitasnya. Kedua adalah laju konten karena sebuah siniar hanya mengandalkan suara, tidak ada visual. Jadi, kecepatan berbicara dan pengaturan isi konten harus dapat diatur sedemikian rupa agar dapat memberikan pengalaman yang memuaskan untuk pendengar.

Terakhir adalah menghadirkan suara-suara yang relevan untuk membantu para pendengar berimajinasi seperti dari musik atau efek suara. Jadi, penting sekali untuk membangun isi konten siniar yang imersif, yang dapat membuat pendengar bisa merasakan suasana nyata serta seolah berada di dalam pembicaraan. Sebagai tambahan juga, genre sebuah siniar dapat menentukan kembali tidaknya pendengar ke saluran siniar. Di Indonesia, genre komedi, edukasi yang berupa pemberian motivasi, dan horor, adalah tiga genre yang banyak jadi favorit. Semoga dengan bertambahnya kreator siniar, semakin berkembang pula peluan dan potensi baru di industri ini sehingga dapat menguntungkan lebih banyak pihak. 

Related Articles

Card image
Society
Menyambung Semangat Hidup Kala Sepi

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Into The Light dan Change.org kepada 5.211 responden, hasil survei tersebut menunjukkan fakta bahwa 98% diantaranya mengalami kesepian. Hasil penelitian yang sama menyebutkan ada 2 dari 5 partisipan yang pernah berpikir untuk menyakiti dirinya sendiri. Salah satu temuan yang mengejutkan adalah tidak ada satupun responden yang berhasil menjawab dengan benar seluruh pertanyaan terkait dengan literasi bunuh diri.

By Greatmind x Change.org x Into The Light
18 September 2021
Card image
Society
Bercerita Dengan Karya

Rasanya kita bisa sepakat bahwa pandemi ini memang tidak mudah bagi semua orang. Musisi dan teman-teman dari industri musik juga tidak lepas dari dampak situasi ini. Bahkan saya pikir industri musik adalah salah satu sektor yang paling awal terdampak dan mungkin akan jadi yang terakhir untuk bisa bangkit.

By Kukuh Rizal
04 September 2021
Card image
Society
Arti Popularitas

Popularitas yang saya miliki sebenarnya merupakan sebuah refleksi untuk dapat lebih berkesadaran, memerhatikan mana perilaku yang bisa memberi pengaruh baik dan tidak pada orang lain. Barulah di saat itu, popularitas dapat menjadi sebuah prestasi. 

By Omar Daniel
28 August 2021