Society Health & Wellness

Tenang Bercerita

Syafwin Ramadhan Bajumi

@garisraut

Inisiator Organisasi Kesehatan Mental

Terkadang tanpa kita sadari masalah-masalah yang kita pendam sendiri bisa berkumpul dan bahkan mengganggu kehidupan kita sehari-hari. Hal ini juga sebenarnya pernah saya rasakan secara pribadi. Tempaan hidup secara lahir dan batin yang awalnya disimpan dan menumpuk karena mungkin belum paham bagaimana cara merespon perasaan yang hadir. Kemudian emosi dan perasaan itu akhirnya muncul dalam bentuk rasa cemas berlebih yang saya rasakan.

Tempaan hidup secara lahir dan batin yang awalnya disimpan dan menumpuk karena mungkin belum paham bagaimana cara merespon perasaan yang hadir.

Rasa kecemasan berlebih tersebut hadir dalam wujud visual di dalam kepala saya sendiri. Bentuk yang muncul pada dasarnya hampir sama, terkadang berubah tapi masih dalam pola yang serupa. Awalnya tentu takut karena saya pun tidak tahu harus cerita ke siapa. Takut dihakimi atau bahkan takut merasa salah.

Visualisasi yang ada di dalam benak saya juga agak mengganggu sampai akhirnya belasan tahun kemudian saya beranikan diri menuangkan rasa takut itu dalam bentuk gambar. Pengalaman ini yang kemudian memicu saya untuk memulai movement Raut. Di dalam Bahasa Indonesia, kata raut juga berarti ekspresi wajah. Kebetulan saya juga memvisualisasikan wujud ekspresi yang hadir mengunjungi saat kecemasan tersebut datang. 

Saya mulai menggambarkan ketakutan saya sejak tahun 2017, didukung oleh sahabat-sahabat saya Anggo, Emil, Rendha & Modhy. Mereka mengingatkan bahwa konsep ini bisa diteruskan karena mungkin ada banyak orang diluar sana juga merasakan hal yang sama. Sepupu saya, Ragil juga ikut membantu saya dalam pengerjaan proyek di Raut.

Salah satu pesan yang ingin saya dan teman-teman di Raut sampaikan adalah untuk bisa menceritakan masalah kita pada orang yang tepat. Sebenarnya menurut saya terhambatnya proses berbagi cerita di lingkungan sekitar kita juga karena kebiasaan yang sudah menjadi tradisi di rumah atau lingkungan kita tumbuh besar. Banyak orang yang masih menganggap remeh masalah mental, bahkan sekarang sering digunakan sebagai bahan bercanda atau tren. 

Jadi, menurut saya kalau kita bisa berbagi cerita ke orang yang tepat, ini bisa menjadi pembuka keran permasalahan yang selama ini terpendam. Tentunya ada permasalahan yang mungkin sudah berakar di keluarga kita yang tidak  bisa juga kita salahkan begitu saja. Saya juga paham betul bahwa langkah awal saat berusaha untuk bisa membuka diri dan bercerita adalah tahap yang sangat dilematis. 

Jadi, menurut saya kalau kita bisa berbagi cerita ke orang yang tepat, ini bisa menjadi pembuka keran permasalahan yang selama ini terpendam. Saya juga paham betul bahwa langkah awal saat berusaha untuk bisa membuka diri dan bercerita adalah tahap yang sangat dilematis. 

Satu yang juga ingin saya sampaikan, bahwa setiap orang akan selalu punya masalahnya sendiri-sendiri. Siapa pun bisa punya masalah pada kesehatan mental, permasalahannya sekarang adalah apakah kita sadar kalau kita mungkin sedang mengalami permasalahan psikis. Menurut saya pribadi yang dibutuhkan adalah kesediaan untuk merespons rasa yang sedang kita alami dan ini bisa berlaku untuk siapa pun dalam keadaan apa pun.

Langkah pertama yang bisa kita lakukan untuk belajar membuka diri adalah dengan memperbanyak pemahaman tentang kesehatan mental. Bisa lewat buku atau juga internet. Setelah kita punya pengetahuan yang cukup, langkah berikutnya adalah kesediaan untuk memberanikan diri dan mau berubah. Kalau tidak, kita mungkin tetap akan terbelenggu pada permasalahan yang sama. Beranikan diri untuk menghadapi masalah yang sedang kita miliki, karena kalau kita terus mencari pelarian pada akhirnya masalah yang kita punya tidak akan pernah selesai. 

Beranikan diri untuk menghadapi masalah yang sedang kita miliki, karena kalau kita terus mencari pelarian pada akhirnya masalah yang kita punya tidak akan pernah selesai. 

Raut sendiri memiliki tiga misi utama. Pertama adalah untuk membantu orang-orang terdekat saya. Terkadang kita tidak benar-benar tahu apa yang sedang dialami oleh orang disekitar kita bahwa ternyata mungkin mereka tidak baik-baik saja. Kedua, membantu memberikan informasi dan santunan terhadap teman-teman yang sudah ada dalam tahap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui panti independen yang tidak disubsidi pemerintah. Ketiga, kita berharap Raut ke depannya bisa membantu mensubsidi teman-teman yang tidak mampu untuk bisa mendapat perawatan psikis dari profesional.

Raut mengapresiasi donatur dengan mempersembahkan karya lukis, merchandise atau clothing, karena menurut saya, karya yang berkaitan dengan isu mental kurang etis saja jika digunakan untuk kepentingan pribadi. Saya memutuskan 100% keuntungan akan  disumbangkan ke semua panti yang akan dituju. Kelak donasi yang didapatkan juga akan digunakan untuk misi Raut lainnya ke depan yang selalu Raut laporkan penggunaannya ke donatur dalam bentuk video yang dipublikasikan melalui akun Instagram Raut.

Pada akhirnya saya berharap dengan memeroleh informasi yang cukup dan keberanian untuk bisa berbagi cerita kita bisa saling membantu satu sama lain.

Saya juga berharap kita tidak malu, tidak takut, dan tidak menyalahkan diri sendiri akan masalah yang sedang kita alami.

Related Articles

Card image
Society
Tuntutan Citra Laki-Laki dalam Masyarakat

Fakta bahwa penerimaan masyarakat masih memegang peran penting dalam konsep maskulinitas seorang pria, membuat banyak laki-laki merasa enggan untuk turut melakukan pekerjaan domestik.

By Greatmind x Plan Indonesia
29 October 2022
Card image
Society
Penggambaran Citra Perempuan dalam Seni

Kehadiran perempuan dalam dunia seni sering kali tidak terlalu terdengar jika dibandingkan dengan nama-nama seniman laki-laki lainnya. Di Indonesia sendiri, bahkan mungkin hal ini jauh lebih ekstrem karena kita mungkin belum terlalu familiar dengan nama-nama seniman yang kita miliki secara keseluruhan. 

By Greatmind x Madani International Film Festival
15 October 2022
Card image
Society
Perjalanan dan Tantangan Generasi Muda

Sebagai sebuah negara dengan bonus demografi yang cukup besar, hal ini tentu bisa dikatakan sebagai bonus jika kita bisa mengoptimalkan potensi yang ada. Setiap generasi dan individu tentu saja akan menghadapi tantangannya masing-masing.

By Greatmind
01 October 2022